Home / Kesehatan / Fakta Keajaiban Wudhu Yang Belum Kamu Tau !!!

Fakta Keajaiban Wudhu Yang Belum Kamu Tau !!!

Dari Prof Leopold Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology dari Australia, menemukan sesuatu yang menakjubkan di balik perbuatan wudhu. Ia mengemukakan satu fakta yang sangat mengejutkan. Mengatakan bahwa pusat-pusat saraf yang paling sensitif dari tubuh manusia ternyata berada di sebelah dahi, tangan, dan kaki.

Pusat-pusat saraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini ia menemukan hikmah dibalik wudhu yang di lakukan oleh umat islam yang membasuh pusat-pusat saraf tersebut. Dalam shari minimal 5 kali sebelum melakukan ibadah sholat. Bahkan ia mengusulkan agar wudhu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam, tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.

Dengan selalu mencuci air segar pada pusat-pusat saraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat sarafnya. Pada akhirnya Leopold menjadi seorang mualaf dan mengganti namanya menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels.

Ulama fikih juga menjelaskan salah satu hikmah berwudhu yaitu sebagi upaya untuk memelihara kebersihan fisik dan rohani. Anggota badan yang dibasuh air wudhu, seperti mulut area muka kedua tangan, dan kedua kaki. Kaki memang yang paling banyak bersentuhan dengan benda-benda asing termasuk kotoran. Karena itu, wajar kalau anggota badan itu yang harus dibasuh.

Ulama tasawuf  juga menjelaskan hikmah wudhu dengan menjelaskan bahwa anggota badan yang dibasuh air wudhu memang daerah yang paling sering berdosa. Kita tidak tahu apa yang pernah dilakukan pancaindra kita, apa yang kita lihat, kita bicarakan, kita raba, kita pegang, Banyak indera tersimpul di bagian muka.

Sudah berapa banyak orang menjadi korban kehilangan nyawa mereka karena ucapan yang keluar dari mulut mereka, berapa kali berbohong, memaki, dan membicarakan aib orang lain. Apa saja yang dimakan dan diminum. Apa saja yang baru diintip mata ini, apa yang didengar oleh telinga ini, dan apa saja yang baru dicium hidung ini? Ke mana saja kaki ini berjalan setiap hari?. Tegasnya, anggota badan yang dibasuh dalam wudhu adalah anggota yang paling berisiko untuk melakukan dosa.

Organ tubuh yang menjadi anggota wudhu disebutkan di dalam

Al-Qur’an Surat Al-Maidah : Ayat 6

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit[403] atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh[404] perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.

 

[403]  Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air.

[404]  artinya: menyentuh. menurut Jumhur ialah: menyentuh sedang sebagian Mufassirin ialah: menyetubuhi.

 

Dalam Beberapa Hadits :

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya : “Apabila seorang hamba muslim atau mukmin berwudhu, kemudian dia membasuh wajahnya maka akan keluar dari wajahnya bersama air itu -atau bersama tetesan air yang terakhir- segala kesalahan yang dia lakukan dengan pandangan kedua matanya. Apabila dia membasuh kedua tangannya maka akan keluar dari kedua tangannya bersama air itu -atau bersama tetesan air yang terakhir- segala kesalahan yang dia lakukan dengan kedua tangannya. Apabila dia membasuh kedua kakinya maka akan keluar bersama air -atau bersama tetesan air yang terakhir- segala kesalahan yang dia lakukan dengan kedua kakinya, sampai akhirnya dia akan keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa.” (HR. Muslim dalam Kitab at-Thaharah)

Faidah:

Setelah menerangkan kandungan hadits di atas, an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Di dalam hadits ini terdapat pula dalil untuk membantah kaum Rafidhah/Syi’ah dan argumentasi yang meruntuhkan pendapat mereka yang menyatakan bahwa yang wajib adalah cukup mengusap kedua kaki -tidak membasuhnya, pent-.” (Syarh Muslim [3/34]).

Hal itu disebabkan di dalam hadits ini Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjanjikan keluarnya dosa itu dari kaki apabila orang yang berwudhu itu membasuh kakinya, maka ini menunjukkan bahwa mengusapnya -sebagaimana yang dianut oleh kaum Rafidhah- tidaklah mencukupi. Sungguh benar apa yang dikatakan oleh an-Nawawi -semoga Allah merahmatinya- dan alangkah jeleknya ucapan kaum Rafidhah!

Dari Utsman bin Affan radhiyallahu’anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya : “Barang siapa yang berwudhu dan membaguskan wudhunya, maka akan keluarlah dosa-dosa dari badannya, sampai-sampai ia akan keluar dari bawah kuku-kukunya.” (HR. Muslim dalam Kitab at-Thaharah)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya : “Maukah kutunjukkan kepada kalian sesuatu yang dapat menjadi sebab Allah menghapuskan dosa-dosa dan meninggikan derajat.” Mereka -para sahabat- menjawab, “Tentu saja mau, wahai Rasulullah.” Maka beliau menjawab, “Yaitu menyempurnakan wudhu dalam kondisi yang tidak menyenangkan, memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu sholat berikutnya sesudah mengerjakan sholat, maka itulah ribath.” (HR. Muslim dalam Kitab at-Thaharah)

an-Nawawi rahimahullah mengatakan, “Yang dimaksud isbaghul wudhu’ adalah menyempurnakannya. Adapun yang dimaksud kondisi yang tidak menyenangkan adalah dingin yang sangat menusuk, luka yang ada di badan, dan lain sebagainya.” (Syarh Muslim [3/41] cet. Dar Ibn al-Haitsam).

Kalangan ulama melarang mengeringkan air wudhu dengan kain karena dalam redaksi hadis itu dikatakan bahwa proses pembersihan itu sampai tetesan terakhir dari air wudhu itu (ma’a akhir qathr al-ma ‘).

Wudhu dalam Islam masuk di dalam Bab al-Thaharah (penyucian rohani), seperti halnya tayammum, syarth, dan mandi junub. Tidak disebutkan Bab al-Nadhafah (pembersihan secara fisik). Rasulullah SAW selalu berusaha mempertahankan keabsahan wudhunya.

Yang paling penting dari wudhu adalah kekuatan simboliknya, yakni memberikan rasa percaya diri sebagai orang yang ‘bersih’ dan setiap waktu dapat menjalankan ketaatannya kepada Tuhan, seperti mendirikan shalat, menyentuh atau membaca mushaf Al-Quran. Wudhu sendiri akan menghalangi diri untuk menghindari apa yang secara spiritual merusak citra wudhu. Dosa dan kemaksiatan berkontradiksi dengan wudhu.

 

Semoga Artikel Ini bermanfaat bagi kita semua.

Amin.

About Syifa Az zahra

Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah. Saya memikirkan tentang semua pakaian, tetapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada takwa. Aku merenungkan tentang segala jenis amal baik, namun tidak mendapatkan yang lebih baik daripada memberi nasihat baik. Aku mencari segala bentuk rezki, tapi tidak menemukan rezki yang lebih baik daripada sabar. [Sayidina Umar bin Khattab]

Check Also

Olahraga Paling Efektif

7 Jenis Olahraga Paling Efektif untuk Pembakaran Lemak yang Perlu Anda Ketahui

Secara garis besar, olahraga dibagi menjadi empat tipe berdasarkan tingkat aktivitas fisiknya. Tipe pertama dari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *